Showing posts with label CUCAK IJO. Show all posts
Showing posts with label CUCAK IJO. Show all posts

Wednesday, 25 January 2017

Ternyata Begini Perawatan cucak hijau Gass Poll, andalan Ji Leho (Team Elite Surabaya)

Cucak hijau Gass Poll saat ini sedang naik daun. Gaco andalan Ji Leho, pimpinan Team Elite Surabaya, ini baru saja moncer dalam Latpres Marhaban Yaa Ramadhan yang digelar Paduka BC di Gresik, Minggu (26/6).

Dalam even tersebut, cucak hijau Gass Poll tampil sebagai juara kedua di Kelas B. Sebelumnya, Gass Poll juga moncer dalam gelaran Doel Petir Cup di Gantangan Dewa 99, Medaeng, Sidoarjo (19/6).

Selain sukses bersama Gass Poll, Ji Leho juga moncer bersama lovebird Saodah yang meraih juara 1 Kelas E. Team Elite juga sukses menjuarai beberapa kelas, termasuk cucak hijau Bat Country milik Om Pataga (juara 1 Kelas C).

Prestasi Gass Poll ini membuat Ji Leho merasa bangga. “Awalnya saya ragu untuk menurunkan Gass Poll, karena burung baru saja rampung mabung. Namun berkat motivasi dari Om Wawan, penasihat Team Elite Surabaya, saya tak ragu lagi,” ujar Ji Leho.

Akhirnya cucak hijau Gass Poll mampu meraih hasil maksimal di Gresik. Jika tidak ada aral melintang, Team Elite Surabaya bakal mengikuti even kolosal Piala Raja di Candi Prambanan, 4 September 2016.

Ji Leho dan cucak hijau Gass Poll

“Kami akan datang full team, didukung beberapa pemain senior seperti Om Pataga, Om Mas’ud, Om Supri, Om Taufik, Om Amir, dan lain-lain. Semoga Team Elite Surabaya bisa berbicara banyak di Piala Raja,” tambahnya.

Mengenai perawatan cucak hijau Gass Poll, Ji Leho mengatakan biasa-biasa saja. Bahkan perawatan harian dan persiapan jelang lomba pun tak banyak berbeda. Berikut ini ringkasannya:

Pagi hari, sekitar pukul 06.00, burung dianginkan di teras dengan diberi 1 ekor jangkrik.
Sekitar pukul 07.00, burung dijemur. Durasi penjemuran cukup 1 jam saja.
Usai dijemur, burung kembali dianginkan. Selanjutnya cepuk diisi air bersih untuk keperluan mandi Gass Poll.
Setelah mandi, sangkar dibersihkan dan burung kembali diberi 1 ekor jangkrik.
Persiapan lomba dilakukan pada H-1, namun hanya berupa full kerodong agar burung bisa istirahat total. Adapun kebutuhan pakan, termasuk extra fooding, sama seperti perawatan harian.

“Saya sama sekali tidak mengubah porsi EF untuk Gass Poll. Kalau sudah tiba di lapangan, dan waktu lomba tinggal satu sesi, kerodong dibuka. Burung diberi seekor jangkrik. Sudah, cuma itu saja,” jelas Ji Leho.

Hanya dengan perawatan simpel seperti itulah, cucak ijo Gass Poll sudah siap digantang, menantang lawan-lawannya. (OK-1)

Semoga bermanfaat.

sumber : omkicau.com
Read more ...

Friday, 6 January 2017

CARA MEMILIH CUCAK HIJAU, JANGAN SAMPAI SALAH PILIH



Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung cucak hijau.

Berkelamin jantan dengan postur tubuh yang panjang serasi, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang.
Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat.
Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

sumber : omkicau.com
Read more ...

Saturday, 26 November 2016

Kamu Harus Tau Rahasia ini..!!! Cara Perawatan Cucak Ijo Gacor Ngentrok

Dalam rawatan aneka macam jenis burung berkicau, salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika dimana ia lekas rajin buka paruh dengan pembawaan lagu yang lantang dan bervariasi. Pernyataan serupa juga tak jarang diidamkan oleh para kicau mania selaku pemilik burung cucak ijo. Namun untuk untuk memperoleh burung yang berkemampuan mumpuni khususnya pada segi berkicau, tentu bukanlah perkara yang instan. Pasalnya, selain ketepatan pada pemilihan burung bakalan atau bahan, faktor lain yang sangat mendukung dan menjadi prioritas utama guna tercapainya burung yang rajin gacor adalah pada kesesuaian pola perawatan harian yang diberikan.

Apabila pemilihan cucak ijo pada waktu masih bakalan sudah tepat, begitupun rawatan atau setelan hariannya telah diberjalankan dengan baik, benar, teratur, konsisten, teratur, dan sesuai dengan karakternya, niscaya ia akan lekas gacor dengan suara yang lantang dan bervariasi. Akan tetapi kalau pemilihan burung yang masih bahan kurang tepat misalkan kondisinya masih ganas atau belum jinak, maka tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menjinakkan-nya. Burung bakalan yang ganas atau belum jinak sendiri, biasanya adalah burung yang merupakan hasil tangkapan hutan. Oleh karena itu rawatan cucak ijo supaya gacor dengan metode menjinakkan-nya, yang mana merupakan hasil dari tangkapan hutan, adalah pilihan yang tepat.

Sehubungan dengan cucak ijo hasil tangkapan hutan sebagaimana yang telah dikatakan seperti di atas, dimana bahwa menjinakkan-nya adalah upaya yang paling tepat, bisa dikatakan begitu bukan tanpa sebab. Pasalnya apabila burung belum jinak otomatis akan lebih sulit untuk diberi pemasteran, karena ia bisa jadi kurang fokus pada masteran dan hanya justru cenderung gelabakan kesana kemari lantaran sifatnya yang masih liar. Itulah sebabnya burung yang masih ganas, ada baiknya jika dijinakkan terlebih dahulu supaya lebih mudah dimasteri. Terlepas dari itu, cara perawatan cucak ijo gacor , cukup berbeda dengan cucak yang kondisinya sudah jinak. Dimana kita hanya perlu memberikan pakan yang tepat, pemilihan sangkar yang sesuai serta selalu menjaga kebersihannya, pemandian teratur, dan pemasteran.
Pemilihan Pakan Cucak Ijo yang Tetap
Cara merawat cucak ijo supaya ngentrok yang paling berpengaruh adalah pada ketepatan pemberian pakan. Dengan kata lain, semakin bagus pakan yang diberikan maka makin besar pula peluang burung untuk rajin gacor. Disamping itu, makanan cucak ijo saat berada di alam bebas pada umumnya hanya berupa buah-buahan segar dan EF. Untuk buahan segar seperti pisang dan pepaya misalnya. Sedangkan untuk EF meliputi serangga seperti jangkrik dan belalang, serta berbagai jenis ulat terutama ulat bambu. Namun untuk burung cucak ijo yang dipelihara, tentunya berbeda dengan saat dimana ia berada di alam bebas.
Cucak ijo ketika berada di alam bebas pastinya akan leluasa berterbangan kesana kemari. Berbeda dengan burung yang berada di dalam sangkar, yang hanya bisa berdiam diri dan merasa kurang leluasa, sehingga sangat memungkinkan kalau bisa membuatnya lebih rentan stres. Dan untuk penanganan burung peliharaan yang mudah stres, saat ini telah banyak voer yang mengandung bahan-bahan tertentu yang mana bisa mengurangi dan mencegah terjadinya stres. Jadi supaya cucak ijo yang dipelihara tidak rentan terhadap stres, maka tidak ada salahnya jika ia rutin diberi voer anti stres.
Sangkar, Tangkringan, dan Tempat Mandi Burung
Pemilihan sangkar, penempatan atau pola tangkringan, ditambah wadah mandi burung, ternyata juga tergolong sebagai salah satu cara perawatan cucak ijo bakalan atau dewasa. Disamping itu, karena burung yang memiliki nama latin Chloropsis sonnerati ini merupakan pengicau yang aktif bergerak, maka sangat dianjurkan untuk tidak memberikan sangkar yang berukuran terlalu kecil.
Selain itu, karena ia juga termasuk burung yang aktif maka ada baiknya jika di dalam sangkar disediakan 2 tangkringan yang polanya sejajar. Tujuannya agar burung bisa leluasa bergerak sehingga membuatnya lebih sehat. Terakhir, burung dari genus Chloropsis ini sebenarnya cukup gemar mandi sendiri. Oleh sebab itu, sangat baik jika menyediakan wadah mandi burung pada bagian dalam sangkar.
Pemandian yang Teratur
Untuk memandikan burung, pemilik bisa menyesuaikan karakternya. Kalau ia lebih suka mandi sendiri, maka bisa hanya dengan memberikan wadah mandi di dalam sangkarnya atau juga bisa memandikannya dengan cara memasukkan pada keramba mandi. Namun apabila cucak ijo enggan untuk mandi sendiri, maka pemandian bisa dilakukan dengan cara semprot menggunakan sprayer. Dan untuk waktu pemandian burung sendiri bisa diterapkan dua kali sehari yaitu di pagi da sore hari.
Untuk pagi hari, pemandian bisa dimulai pada pukul 08.00 dan kemudian burung lekas dijemur. Sedangkan sore hari, agar burung tidak kedinginan maka tepatnya dilakukan jam 15.00 dan usahakan jangan memandikannya sampai basah kuyup. Namun apabila memasuki musim penghujan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka memandikan burung bisa dilakukan hanya satu kali dalam sehari, yaitu di pagi hari.
Kebersihan Sangkar
Cara merawat cucak ijo dengan selalu menjaga kebersihan sangkar, juga betujuan agar dapat menjaga kesehatannya. Mengkondisikan sangkar untuk selalu bersih, dipercaya bahwa mampu membuat burung merasa lebih nyaman. Dan apabila burung lebih nyaman, maka cukup memungkinkan kalau nantinya ia menjadi lebih fokus dalam merekam suara isian saat proses pemasteran berlangsung. Membersihkan sangkar burung amat baiknya jika dilakukan setiap pagi dan sore hari. Disamping itu, biasanya wadah minum burung juga sering kotor atau tumbuh lumut, sehingga harus selalu dibersihkan agar burung terhindar dari ancaman bakteri jahat saat minum.
Memaster Cucak Ijo
Pemasteran termasuk perawatan cucak ijo gacor paling dianjurkan, yang mana telah marak diterapkan oleh para kicau mania dan sudah banyak menuaikan hasil yang positif. Perawatan ini bisa langsung menggunakan cucak ijo yang sudah jadi atau menggunakan audio mp3 suara cucak ijo. Untuk waktu memaster sendiri bisa dilaksanakan di pagi, siang, sore, atau bahkan malam hari. Semakin rutin memberikan pemasteran, maka kemungkinan burung untuk gacor ngentrok makin besar pula.
Supaya burung tetap nyaman saat dimaster sehingga lebih mampu fokus dalam merekam suara isian yang diberikan, ada baiknya jika ia dimandikan dan dibersihkan kandangnya terlebih dahulu. Namun kalau pemasteran sudah rutin diterapkan dengan waktu yang lama, tetapi ia belum mau gacor juga, maka bisa mencoba memberikan terapi atau memancing bunyinya menggunakan suara cucak ijo betina.

Sumber : http://www.situsburung.com/cara-perawatan-cucak-ijo-gacor/
Read more ...

Friday, 25 November 2016

6 Ramuan Tradisional Untuk Perawatan Cucak Ijo

Para pemelihara burung berkicau seperti Cucak Ijo pada zaman dahulu dalam mengatasi berbagai masalah perawatan menggunakan ramuan tradisional, hal tersebut dilakukan mungkin karena belum adanya produsen obat khusus untuk burung pada waktu itu. Pengobatan menggunakan ramuan tradisional pada CI memang sudah banyak yang membuktikan kemanjurannya dan tentunya tidak banyak mengeluarkan biaya.

ramuan-tradisional-untuk-cucak-ijo


Perawatan murah untuk burung berkicau


Pengobatan dengan ramuan tradisional memang bisa menjadi solusi bagi anda yang kebetulan sedang berkantong tipis, karena bahan-bahan yang diperlukan tidak mahal atau bahkan bisa anda dapatkan disekitar lingkungan anda. Berikut beberapa ramuan tradisional untuk atasi permasalahan burung Cucak Ijo anda:

#1. Cucak ijo kurang gacor

Ramuan tradisional berikut untuk mengatasi CI yang sudah berumur lebih dari 1 tahun namun tidak gacor. 
Masukan tempat minuman yang berisi madu kedalam sangkar. Oleskan madu pada pisang yang akan diberikan pada burung dan berikan EF jangkrik 1 ekor pagi dan sore hari (*buang kepala jangkrik, kemudian masukan jahe seukuran voer kedalam tubuh jangkrik).

 

#2. Menjernihkan suara cucak ijo

Bagi anda yang burung  CI-nya sedang bersuara serak, cobalah ramuan tradisional berikut untuk mengatasinya.
Berikan air teh yang tidak terlalu manis dan campurkan air perasan jeruk nipis (cukup setengah potong jeruk nipis) sebagai pengganti air minum. Pemberian air minum tersebut cukup 2 kali dalam seminggu.

 

#3. Ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan cucak ijo

Menjaga kesehatan burung CI sangat penting agar tubuh selalu dalam kondisi fit dan selalu rajin berkicau.
Sediakan jahe, kunyit, dan kencur *masing-masing cukup 1 ruas/buah. Kemudian semua bahan tersebut diparut dan diperas airnya. Air perasan tersebut anda campurkan kedalam tempat minum burung. (*jika burung tidak mau minum, ambil tempat makan, minum, dan pisang selama penjemuran. Setelah proses penjemuran selesai baru kemudian masukan tempat minum yang sudah dicampurkan air perasan tersebut, biasanya burung akan langsung meminumnya). Lakukan pemberian ramuan tradisional ini minimal 1 bulan sekali.

#4. Mematikan bakteri pada sangkar

Kotoran burung yang terdapat dalam sangkar bisa menimbulkan berbagai macam bakteri yang berbahaya bagi kesehatannya, untuk itu pembersihan kandang perlu dilakukan setiap saat agar terhindar dari tumbuhnya bakteri.

Selain pembersihan, kandang juga perlu disterilkan yaitu dengan menggunakan ramuan tradisional berikut.
Siapkan sprayer/semprotan dan 1 batang rokok. Buka bungkus rokok dan ambil isinya, kemudian rendam dalam wadah yang berisi air kurang lebih 1 liter selama satu hari. Air rendaman rokok dimasukan kedalam sprayer, lalu gunakan untuk menyemprot kandang/sangkar sesudah kotoran dibersihkan terlebih dahulu. Setelah disemprot kemudian bilas sangkar dengan air biasa sampai aroma tembakau hilang. Lakukan penyemprotan air tembakau tersebut minimal 2 minggu sekali.

 

#5. Mengatasi kutu pada burung

Burung yang terdapat kutu pada bulunya tentunya akan sangat tidak menarik diperhatikan karena biasanya akan selalu menyisir bulu dan efeknya jadi tidak mau berkicau. Untuk mengatasi hal tersebut cobalah lakukan pengobatan dengan ramuan berikut.
Bahan yang diperlukan adalah kapur sirih (1 sendok), daun sirih (6-10 lembar), dan sprayer. Cara membuat ramuannya, rebus daun sirih dan kapur sirih dalam wadah berisi 2 liter air sampai mendidih. Setelah selesai direbus, biarkan sampai dingin.  
Setelah air rebusan dingin, masukan kedalam sprayer dan gunakan untuk menyemprot burung yang terkena kutu sampai basah bulu-bulunya. Kemudian angin-anginkan burung sampai bulu-bulunya agak sedikit mengering dan selanjutnya burung disemprot dengan air biasa sampai basah kuyup, lalu diangin-anginkan kembali sampai kering baru kemudian dikerodong. Proses pengobatan kutu ini bisa dilakukan 2 hari sekali pada waktu  pagi dan sore hari.

#6. Ramuan tradisional EF untuk cucak ijo

Extra fooding atau makanan tambahan memang sangat diperlukan untuk burung peliharaan. Berikut makanan tambahan yang bisa anda racik untuk burung CI kesayangan anda.
Sediakan 1 putih telur, 2 sendok kroto bersih, 1 apel merah yang sudah dihaluskan. Kemudian campurkan semua bahan dan aduk hingga merata, selanjutnya siapkan wadah yang kedap udara (bisa menggunakan toples plastik) kemudian olesi minyak goreng. Masukan ramuan kedalam wadah tadi, lalu taruh di kulkas. Berikan ramuan tersebut 1 sendok teh setelah burung dijemur. *ramuan yang disimpan dalam kulkas bisa bertahan kurang lebih selama 6-8 hari, jika ramuan sudah berbau tidak sedap sebaiknya jangan diberikan.

Itulah beberapa ramuan tradisional yang bisa anda berikan pada burung cucak ijo, semoga bisa membuat CI anda tetap sehat dan tampil prima setiap saat.

sumber : http://www.suaraburungs.com/2015/01/ramuan-tradisional-untuk-cucak-ijo.html
Read more ...

Tuesday, 22 November 2016

Ternyata Begini Caranya...!! Tips Membentuk Mental Burung Cucak Ijo ((SHARE))

Burung cucak ijo merupakan burung yang paling mudah dalam pola pemeliharaannya, sehingga menjadikan burung ini begitu diminati oleh banyak orang dibandingkan dengan merawat burung murai batu yang membutuhkan biaya yang mahal untuk membeli kroto. Sedangkan untuk merawat cendet terkadang cukup sulit terutama untuk cendet yang suka banyak tingkah dan birahi yang mudah sekali naik.

Cucak ijo bukanlah burung jenis petarung, sehingga kicauan burung ini disebabkan karena stamina yang fit dan kestabilan siklus birahinya. Lain halnya dengan jenis burung cendet yang mudah sekali untuk berkicau dan memiliki gaya petarung. Supaya burung cucak ijo anda mau berkicau di mana pun dan kapanpun, maka hal yang perlu dilakukan adalah dengan cara merawat burung ini penuh perhatian. Selain itu anda juga harus sering membawa burung jalan-jalan atau gathering ke tempat yang berbeda.

Cucak ijo yang rajin untuk berkicau di rumah dari pagi sampai sore, tetapi malas atau bahkan tidak mau berbunyi apabila dibawa ke lapangan ataupun ke tempat lain. Hal tersebut disebabkan karena burung yang kurang terlatih, berdasarkan hal itu maka akhirnya dapat diterapkan beberapa cara dalam melatih burung cucak ijo supaya memiliki mental yang bagus, antara lain :


Gambar 1. Burung Cucak Ijo Mini

Cara melatih mental cucak ijo

  • Burung cucak ijo sebaiknya di beri kerodong setiap malam dan pada waktu ngurak.

  • Burung harus dimandikan setiap hari supaya tidak kaget.

  • Menjemur burung cucak ijo, dengan cara di pindah ke tempat lain dan tidak hanya di rumah saja. Untuk melakukan penjemuran dan penggantungan dapat di bawa ke tempat lain untuk meningkatkan mental.

  • Anda harus sering membawa burung jalan-jalan dengan memakai kendaraan dengan cara digendong atau dibawa dengan menggunakan mobil.

  • Sesekali anda juga harus membawa cucak ijo ke tempat latihan bersama, supaya burung dapat lebih terbiasa dalam mendengarkan kicauan dan riuhnya arena perlombaan. Walaupun burung tidak ikut untuk dilombakan, jadi cukuplah hanya di gantang ditempat yang agak berjauhan, tetapi masih bisa mendengar suara burung lain di sekitar lomba.

  • Burung cucak ijo juga harus memiliki stamina yang kuat dan stabil dengan cara memberikan makanan yang cukup, sehingga burung akan memiliki keberanian untuk berkicau. Hal itu sesuai, bahwa apabila burung dalam keadaan lapar atau kekurangan gizi maka jangan berharap burung akan rajin untuk berkicau. Karena tidak mempunyai kondisi stamina yang bagus.

Itulah beberapa hal yang perlu di lakukan supaya burung cucak ijo memiliki mental yang kuat dan rajin berkicau. Selain itu, pemberian pakan ekstra juga sangat membantu dalam menjaga stamina burung. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda yang mempunyai hobi memelihara burung kicau.

Sumber : http://www.burungocehan.link/2015/12/tips-membentuk-mental-burung-cucak-ijo.html
Read more ...

Tuesday, 1 November 2016

Ini Dia Ciri-Ciri Cucak Ijo Yang Bagus, Jangan Slah Pilih !!

Ini Dia Ciri-Ciri Cucak Ijo Yang Bagus, Jangan Slah Pilih !!
Ini Dia Ciri-Ciri Cucak Ijo Yang Bagus, Jangan Slah Pilih !!
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih burung cucak ijo baik bahan maupun dewasa.


Berkelamin
jantanmenjadi syarat pertama bila Anda menginginkan cucak ijo sebagai burung kicauan. Ciri-ciri bisa dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.

Setelah itu baru kemudian memilih kriteria lainnya sbb:

  1. Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
  2. Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
  3. Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
  4. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
  5. Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
  6. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
Sumber http://www.burunghobi.com/
Read more ...

Saturday, 29 October 2016

Ternyata Ini Yang Membedakan Cucak Ijo Jantan Dan Betina..

Ternyata Ini Yang Membedakan Cucak Ijo Jantan Dan Betina..
Ternyata Ini Yang Membedakan Cucak Ijo Jantan Dan Betina..
Perbedaan cucak ijo jantan dan betina bisa di lihat dari ciri fisiknya. Ciri cucak ijo jantan dewasa adalah warna hitam mulai belakang paruh mengikuti alis mata kemudian kebawah sampai tenggorokan, berbeda dengan ciri cucak ijo betina dewasa memiliki warna hijau pada bagian tersebut.

Melihat perbedaan cucak ijo jantan dan betina lebih sulit bila cucak ijo masih muda.
Cucak ijo masih muda/trotol (2-4 bulan) ciri fisik cucak ijo jantan mirip dengan cucak ijo betina: warna sama-sama hijau muda, dengan warna kuning dibawah paruh sampai leher.
Beberapa perbedaan lain kecil yang bisa membantu mencirikan cucak ijo jantan adalah sebagai berikut.

Perbedaan cucak ijo jantan dan betina muda/trotol

Pertama, cucak ijo jantan muda memiliki alis mata berwarna kuning, sedangkan betina berwarna putih.
Kedua, warna paruh bagian bawah cucak ijo jantan berwarna coklat tua, sedangkan betina berwarna agak putih.
Ketiga, jika cucak ijo jantan yang sudah berumur 4-6 bulan bagian bawah paruh akan berwarna kuning dengan trotol hitam, kemudian berubah menjadi hitam total ketika dewasa. Sedangkan betina, akan berwarna kuning kemudian berubah menjadi warna putih kehijauan
Cucak ijo jantan dewasa
Ternyata Ini Yang Membedakan Cucak Ijo Jantan Dan Betina..
Ternyata Ini Yang Membedakan Cucak Ijo Jantan Dan Betina..
Read more ...